Home / Berita Umum / Vonis Lebih Enteng Setahun

Vonis Lebih Enteng Setahun

Vonis Lebih Enteng Setahun – Terdakwa masalah pembunuhan sadis pada sepasang kekasih di Puri Saiman (55) , dijatuhi vonis 11 th. penjara oleh majelis hakim PN Mojokerto. Keluarga korban merasakan kecewa dikarenakan vonis dinilai terlampau enteng juga sistem sidang yang berkesan sembunyi-sembuyi.

Sidang vonis itu di gelar hari ini, Senin (19/2/2018) di tempat Cakra PN Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko. Joko Waluyo didapuk jadi Ketua Majelis Hakim. Sesaat hakim anggotanya yaitu Ardhiani serta Yeni Wahyuningtyas.

Tapi, beberapa keluarga korban yang telah menantikan sidang ini mesti gigit jari. Selagi tiba di PN Mojokerto lebih kurang jam 10. 30 WIB, sidang nyatanya telah selesai.

” Rata-rata sidang sesudah dhuhur, ini jam 9 (jam 09. 00 WIB) telah sidang. Saya benar-benar kecewa, ” kata adik korban Ahmad Wiyono (50) , Sulistyowati (44) pada wartawan di PN Mojokerto.

Tdk cuma sekali ini, lanjut Sulistyowati, peristiwa mirip juga dirasakan keluarga korban di dua agenda sidang diawalnya. Dia menuding ada pihak yang berencana mengelabuhi keluarga korban biar tidak datang di persidangan.

” 2 x sidang diawalnya juga mirip ini, tukasnya di tunda, kami bertanya ke tempat jaksa tukasnya tunggu hakim pembela dari Surabaya, tetapi nyatanya telah usai sidangnya, ” tukasnya.

Kekecewaan keluarga korban makin tambah sesudah tahu Saiman divonis 11 th. penjara. Menurut Sulistyowati, hukuman itu jauh dari rasa keadilan.

Pasalnya, Saiman udah membunuh dua orang sekalian, yaitu Komariah (45) serta Ahmad Wiyono (50) . Ditambah kembali pasal pertama yang didakwakan pada Saiman yaitu 340 KUHP terkait Pembunuhan Merencanakan.

” Keluarga benar-benar kecewa soalnya putusan ini benar-benar tdk sama sesuai. Seandainya pembunuhan memiliki rencana setahu saya hukumannya mati atau seumur hidup, kenyataannya cuma (divonis) 11 th., ” tangkisnya.

Sulistyowati mengimbuhkan, pihaknya waktu ini memohon salinan putusan dari PN Mojokerto. ” Kami tidak terima dengan putusan ini. Kami dapat berunding dahulu sekeluarga buat tentukan usaha yang dapat kami tempuh, ” tegasnya.

Sesaat Humas PN Mojokerto Hendra Hutabarat memaparkan, sidang putusan perkara No 547/Pid. B/2017/PN Mjk telah diagendakan jam 10. 00 WIB. Tapi, perihal agenda persidangan, pihaknya memanglah tidak punya keharusan buat memberitakan pada keluarga korban.

” Pemberitahuan ke keluarga korban, kami tiada keharusan masalah itu. Dalam soal pidana, keperluan keluarga telah diwakili jaksa penuntut umum (JPU) , ” katanya.

Hendra membetulkan terdakwa Saiman divonis 11 th. penjara. Vonis itu lebih enteng setahun dari tuntutan JPU Ahmad Fitrah Kusuma, yaitu 12 th. penjara. Menurutnya, terdakwa bisa di buktikan tidak mematuhi Pasal 338 KUHP terkait Pembunuhan.

Dalam perkara ini, lanjut Hendra, Saiman digunakan tiga dakwaan yang miliki sifat alternatif. Dakwaan pertama Pasal 340 KUHP, sesaat dakwaan ke dua serta ke tiga yaitu Pasal 338 serta 351 ayat (3) KUHP. JPU sendiri dalam tuntutannya memanfaatkan Pasal 338 KUHP atau dakwaan ke dua.

” Majelis hakim mempunyai pertimbangan, kebetulan saya belum pula baca dengan cara terang pertimbangannya. Punya arti, dengan dakwaan alternatif ini, majelis hakim berkeyakinan yang bisa di buktikan yaitu dakwaan alternatif ke dua. dikarenakan miliki sifat alternatif, jadi pasal 340 KUHP tidak butuh dibuktikan, ” tandasnya.

Pembunuhan pada pasangan kekasih Komariah serta Wiyono dijalankan Saiman dirumah Komariah, Desa Tambakagung, Puri, Senin (21/8) lebih kurang jam 01. 00 Wib. Sesudah pernah kabur sepanjang 17 jam, Saiman di tangkap ditempat persembunyiannya di Desa Bucin, Rapah, Kabupaten Sampang.

Polisi menilainya pembunuhan ini telah direncanakan dengan masak oleh tersangka. Oleh karena itu, Saiman dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman optimal hukuman mati.

About admin