Home / Berita Umum / Pasangan Lansia Menjalin Hidup Bersama

Pasangan Lansia Menjalin Hidup Bersama

Pasangan Lansia Menjalin Hidup Bersama – Arti cinta tak tahu umur nampaknya berlaku pada Kirman Mitro Wiyono (92) serta Sutinah (79) . Bermula waktu Sutinah memohon kayu terhadap Mitro, pasangan asal Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul pada akhirnya sama sama jatuh hati serta putuskan untuk menikah di lanjut usia.

Gak cuma itu, pernikahan ke dua berubah menjadi viral selesai salah satunya account rumor membuat photo pernikahan kedua-duanya di sosial media (sosial media) Instagram.

Terhadap detikcom, Mitro menyatakan sudah lama hidup sebatang kara selesai istri kedua-duanya wafat 4 tahun waktu lalu. Mengingat sepanjang 2 kali pernikahan, penduduk warga Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul ini gak lekas dikaruniai seseorang anak.

Seiring berjalan waktu, Mitro yg sesehari profesinya jadi pengrajin kayu ini mulai tahu Sutinah, seseorang janda asal Dusun Pencil, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul. Kedua-duanya sudah sama sama tahu lama sebab tinggal di satu Desa yg sama.

” Terus mulai sukai (dengan Sutinah) itu sesuai ia ada ke rumah saya untuk mohon kayu. Sebab saya punyai banyak kayu ya saya kasih, serta dari sana saya kian dekat dengan ia (Sutinah) , ” papar Mitro waktu didapati di tempat tinggalnya, Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul.

Sehabis merajut pertalian asmara sepanjang sekian tahun, pada akhirnya Mitro putuskan untuk meminang Sutinah. Akan tetapi, sebab takut anak angkat Sutinah tak menyepakati pinangannya, Mitro memohon dukungan terhadap tokoh penduduk ditempat.

” Pada akhirnya diterima serta saya menikah dengan ia (Sutinah) tempo hari Kamis, (27/6/2019) pagi di KUA (Kantor Masalah Agama) Semin. Rasa-rasanya puas (dapat menikah ) , sebab saya udah lumayan lama hidup sendiri serta waktu ini punyai kawan hidup, ” ujarnya.
Bermula dari Mohon Kayu, Pasangan Lanjut umur ini Pada akhirnya MenikahFoto : Pradito Rida Pertana/detikcom

Berkenaan ide ke depan waktu menikah untuk ke-tiga kalinya ini, Mitro menyampaikan kalau dia belum mempunyai ide privat. Bahkan juga, Mitro sekalipun tak pikirkan momongan.

” Ide privat sehabis nikah tak ada, ditambah lagi itu (punyai anak) ya sedikit sulit, kan saya udah tua. Utamanya yg penting itu saya dapat hidup guyub rukun dengan ia (Sutinah) sudahlah cukup, ” sebut Mitro.

Selain itu, Sutinah pun mengungkap rasa sukai citanya sebab sudah mempunyai kawan hidup. Mengingat sang suami sudah wafat mulai sejak 2 tahun waktu lalu serta waktu ini dia tinggal dengan anak angkatnya saja.

” Ya puas mas dapat menikah , sebab jadi punyai kawan hidup di umur tua sesuai ini. Ditambah lagi ia (Mitro) orangnya baik serta tanggungjawab, ” katanya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Seksi (Kasie) Layanan Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul, Sukirno membetulkan kalau Mitro serta Sutinah sudah menikah dengan resmi. Diluar itu, dia menyatakan kalau pernah menunjang Mitro untuk mendapatkan restu dari anak angkat Sutinah.

” Jadi hari Sabtu itu Mbah Mitro menjumpai saya serta mohon tolong untuk nembungke (melamarkan) Sutinah. Yasudah, saya tolong serta pernah tak di setujui itu (keluarga Sutinah dengan hasrat Mitro untuk menikah dengan Sutinah) namun ya pada akhirnya di setujui, ” tangkisnya waktu didapati di dalam rumah Mitro, Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul, Jumat (28/6/2019) sore.

Sambung Sukirno, dia pengen menunjang Mitro sebab paham ke dua pasangan itu saling sukai, sudah lama hidup sendiri dam tak mempunyai anak kandung. Gak cuma menunjang lamaran Mitro, Sukirno pun menunjang menyediakan beberapa syarat menikah ke dua sejoli itu.

” Saya juha yg tolong urus persyaratannya (menikah) , sebab kan kedua-duanya udah sepuh (tua) jadi mustahil mengatur sendiri. Pada akhirnya sehabis komplet kedua-duanya menikah tempo hari di KUA Semin dengan mas kawin Rp 150 ribu, ” tangkisnya.

” Penduduk seputar pun menyuport (Pernikahan Mitro serta Sutinah) . Bahkan juga sesuai pengen ke KUA ada yg pernah meminjamkan mobil bak terbuka pun supaya kesannya seperti diarak namun ke dua mempelai malu serta gunakan mobil biasa, ” tambah Sukirno.

Sukirno memberikan tambahan, kalau pernikahan pasangan berumur lanjut umur di Desa Bendung bukan pertama kali. Menurut dia, perihal sama terjadi sekian kali.

” Kalaupun pernikahan umur tua udah 2 kali berlangsung, awal kalinya justru berumur 90 tahunan itu namun saat ini yg mengenai udah wafat. Serta mudah-mudahan dengan pernikahan ini mbah Mitro serta Sutinah dapat hidup rukun, bahagia selama-lamanya, ” kata Sukirno.

About penulis77