Home / Berita Umum / Cerita Wanita di Bekasi Gugat Pacarnya Rp 5,1 Miliar Karena Dihamili

Cerita Wanita di Bekasi Gugat Pacarnya Rp 5,1 Miliar Karena Dihamili

Cerita Wanita di Bekasi Gugat Pacarnya Rp 5,1 Miliar Karena Dihamili – Cerita cewek di Bekasi ini benar-benar miris. Ia dibiarkan pacarnya dalam situasi hamil sampai bayinya wafat saat umur baru 1, 5 bulan. Cewek ini lantas gak terima atas tindakan sang pacar serta ajukan tuntutan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi dengan nilai tuntutan Rp 5, 1 miliar.

Jumat (15/3/2019) , cewek serta cowok itu berteman pada 24 Juli 2015. Mereka diperkenalkan oleh kawan mereka. Dari perjumpaan itu, kedua-duanya lantas pada akhirnya pacaran.

Pada 25 Desember 2016, si cowok ajak ceweknya pergi ke toko boneka. Akan tetapi tak diduga kendaraan dibelokkan menuju hotel di daerah Bekasi.

Si cewek sebelumnya syak wasangka tetapi tidak sanggup menampik sebab cowok malahan geram. Di kamar hotel, cewek itu pada akhirnya digagahi. Keperawanan cewek hilang saat itu juga.

Seterusnya, si cowok mengulang-ulang kembali persetubuhan itu beberapa kali serta si cewek tidak mampu menantangnya. Kehamilan tdk terlewat.

Waktu perut bertambah menjadi membesar, si cowok memperlancar jurus hidung belang. Mulai dari menghilang sampai tak mau bertanggung-jawab. Bahkan juga si cowok membentak serta memohon si cewek menggugurkan janin dengan memerintah minum jamu-jamu tradisionil.

Akan tetapi jalan Tuhan berkata berbeda. Janin itu masih berkembang sampai bayi itu lahir pada 31 Januari 2018. Meskipun lahir sehat, kesehatan si bayi senantiasa mengalami penurunan sampai wafat 1, 5 bulan setelah itu.

Sesudah dipikir panjang, si cewek pada akhirnya melayangkan tuntutan atas si cowok sebab si cowok tak mau diminta tanggungjawab. Si cewek memohon majelis hakim menghukum si cowok memberi ubah rugi materiil Rp 100 juta serta kerugian imateriil Rp 5 miliar. Si cewek pun memohon uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 juta untuk tiap-tiap hari keterlambatan dalam melakukan putusan sesudah punyai kebolehan hukum masih.

PN Bekasi pun membetulkan bab tuntutan itu. Tuntutan itu telah berjalan serta sekarang tengah masuk ke agenda pembuktian.

” Benar ada tuntutan itu. Nomer masalah 456/Pdt. G/2018/PN. Bks, ” kata jubir PN Bekasi Djuyamto pada wartawan.

Sidang di pimpin oleh Abdul Ropik dengan anggota majelis hakim Adi Ismet serta Donald Panggabean.

” Sidang masihlah pembuktian dengan pengecekan saksi. Ketua majelis Abdul Ropik dengan anggota Adi Ismet serta Donald Panggabean, ” tangkisnya.

About admin